BARU
Rumah Tengah Sawah
oleh Bung Kus
Buku : Rp. 105.000
Mereka semakin mendekat. Beberapa tangan mencengkeram pundak dan menarikku dengan paksa. Tidak ada pilihan lain, sekuat tenaga aku memberontak, melepaskan tangan-tangan yang berusaha meraihku. Aku memukul, menendang, mencakar, bahkan meludah. Apapun kulakukan untuk membela diri. Namun memang mustahil untuk melawan belasan orang. Mereka meringkusku dengan mudah. Kemudian membantingku ke tanah dalam posisi tengkurap. Mereka memegang tangan, kaki dan pundakku. "Apa ini? Apa mau kalian? Hah?!" Aku berteriak, mencoba tetap melawan. "Aarrgghhh," Aku mengerang kesakitan. Sebuah tangan menjambak rambutku dengan kasar. "Tanah ini milik kami. Kamu hanya bayi kemarin sore yang tidak tahu apa-apa. Tanah ini akan selalu menjadi milik kami. Karena kami yang datang lebih dulu. Kami yang lebih dulu menempati tanah ini!” Orang yang menjambakku berjongkok dan membentakku. "Angkat! Pendem! (kuburkan)" Orang yang menjambakku memberi perintah. Secara serempak mereka mengangkat tubuhku. Aku menggeliat, mencoba melepaskan diri, namun sia-sia saja. Mereka berjalan mendekati lubang galian. Kemudian mengayun-ayunkan tubuhku seperti mainan.